Didenda Ketika Terlambat Mengembalikan Buku

Diposting pada

Perpustakaan adalah fasilitas belajar, membaca dan meminjam buku. Tetapi bagi sebagian orang fungsi perpustakaan itu lebih dari yang saya sebutin tai diawal. Ada sebagian orang memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat rekreasi dan membuang waktu bosannya, ada juga menjadikan perpustakaan sebagai tempat nongkrongan, dan pastinya ada juga memanfaatkan perpustakaan untuk mencari pacar atau mencari perhatian orang lain. Dan menurut saya semua itu benar dan hampir semua saya jadikan sebagai manfaat dari perpustakaan itu sendiri.


Perpustakaan hampir tersedia disemua tempat tempat pendidikan dan juga ada di tempat umum sebagai fasilitas publik untuk ruang baca masyarakat umum. Tapi saya membahas perpustakaan di ruang lingkup kampus saja. Sebenarnya yang saya bahas bukanlah perpustakaannya, tapi saya Cuma mau bahas kenapa kalau misalnya kita telat mengembalikan buku, kita kena denda sekian rupiah. Di tulisa ini saya mencoba memberikan pendapat dan opini saya sendiri mengenai fenomena ini, dan tentunya juga pengalaman saya sendiri.

Pernah suatu ketika saya meminjam dua buah buku di perpustakaan kampus dimana saya kuliah. Buku yang saya pinjampun sebenarnya bukan atau tidak berhubungan dengan jurusan saya kuliah, melainkan saya meminjamkan buku untuk teman saya karena kebetulan teman saya ini belum memiliki kartu perpustakaan sama sekali, dan syarat untuk meminjam buku adalah harus memiliki kartu anggota perpustakaan. Sebelum saya meminjam buku, terlebih dahulu saya membaca beberapa buku. Tetapi saya hanya membaca bab perbab buku aja dan langsung menuju topik yang saya mau. Dari sekian banyak buku yang saya ambil, tidak ada yang menarik bagi saya, entah saya yang kurang pintar, atau jenis buku atau bukunya kurang lengkap.

Langsung saja saya memberikan 2 buah buku yang ingin saya pinjam, dan saya sodorkan kartu anggota saya. Operator perpus pun mencatat data saya selaku peminjam dan juga mencatat waktu pinjam dan waktu jatuh tempo pengembalian. Seperti biasanya saya tidak pernah melihat tanggal jatuh tempo karena biasa jadwalnya seminggu pas. Jadi selama ini saya minjam di hari jumat, maka jumat minggu depannya saya kembalikan, dan begitulah seterusnya.

Saya tidak tau ternyata minggu ini dihari jumat libur, dan ketika saya tau ternyata jatuh temponya hari kamis. Dan sayapun sudah tau kalau saya bakalan didenda. Dan ketika hari senin saya malah sibuk dan lupa lagi mengembalikan buku itu, barulah hari selasa bisa saya kembalikan. Ketika saya mengembalikan bukunya, operator perpuspun menghitung jumlah jatuh tempo yaitu sebanyak 5 hari, dan sayapun didenda sebanyak 5 ribu. Tanpa panjang lebar saya langsung bayarkan karena memang saya udah tau kalau saya bakalan didenda.

Apakah fungsi dari denda ini?. Banyak yang mengatakan agar sipeminjam tidak telat dan tepat waktu untuk mengembalikan buku, apakah iya?. Kadang ada juga yang sengaja telat ntah karena dia kaya atau tidak, tapi menurut saya denda tidak menjamin mengembalkan buku tepat waktu. Dan pertanyaan selanjutnya uang denda dialokasikan kemana?. Saya pastinya tidak tau uang denda dialokasikan kemana. Cuman kalau dipikir pikir kalau telat tidak denda, maka semua orang akan seenaknya mengembalikan buku. Tetapi pendapat saya sendiri denda ini tidaklah menjamin untuk mengembalikan buku tepat waktu.