K13 : Perubahan Pola Berat Satuan Kilogram, Berikut Cara Menghitungnya

Diposting pada
General Conference on Weights and Measure di Versailles, Prancis pada 16 November tahun 2018

haloprofesi.com – Apa kabar sobat pembaca semua ? kita ada kabar yang lagi hangat untuk diperbincangkan nih

Apa itu ? Pendefinisian ulang SATUAN KILOGRAM

Perubahan Satuan Kilogram

Makara sempurna hari ini tanggal 20 mei 2019, selain kita Bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional, ternyata 20 Mei juga bertepatan dengan Hari Metrologi Dunia (World Metrologi Day), metrologi secara ringkas diartikan sebagai acara ukur mengukur baik secara teori maupun praktis.

Nah, bertepatan hari ini, satuan Kilogram yang gres resmi untuk digunakan

Para Ilmuan telah menemukan fakta bahwa Le Grand K, benda yang menjadi patokan ukuran berat satu Kilogram di seluruh dunia telah mengalami penyusutan sebesar 50 mikrogram selama 129 tahun terakhir ini. Jika sebelumnya 1 Kilogram = 1000 gram, sekarang 1 Kilogram = 999,99995 gram

Olehnya itu para ilmuan perwakilan dari 57 Negara yang mempunyai hak otoritas dalam penelitian tersebut telah melaksanakan sebuah Konferensi yang bertajuk General Conference on Weights and Measure di Versailles, Prancis pada 16 November tahun 2018 lalu.

Para ilmuan bersepakat untuk melaksanakan definisi ulang terhadap satuan Kilogram dan juga penghentian penggunaan Le Grand K sebagai patokan dasar satu Kilogram

Demi menghargai sejarah dan warisan leluhur, Benda tersebut tetap di simpan dengan kondisi yang sama menyerupai sebelumnya dan dijaga ketat di museum Paviliun de Breteuil, supaya sanggup menjadi materi penelitian ulang di masa depan

Sejarah Kilogram

Makara ceritanya bemula dari sini sobat sekalian,,, Alat pengukur berat satu Kilogram yang orisinil itu disimpan di Prancis, tepatnya di Louis XIV Pavilion de Breteuil. Alat tersebut diberi nama Le Grand K. alat ini terbuat dari 90% platinum dan 10% Iridium yang telah berusia se Abad lebih, tepatnya berusia 130 tahun pada tahun 2019 ini. Waaah udah bau tanah banget yah…

Penetapan satuan satu Kilogram ini ternyata telah ada sejak tahun 1889, yang resmi ditetapkan dalam program The International Bureau Of Weights and Measure, di Prancis

Jadi, timbangan para pedagang, timbangan berat tubuh sampai berat beban angkatan di gym dalam satu Kilogram itu sama dengan berat dari Le Grand K yang disimpan di Prancis tersebut.

Agar benda tersebut tetap aman, maka dibuatlah prototype tiruan Le Grand K sebagai salinan dari Le Grand K yang asli. Salinan Le Grand K atau lebih dikenal dengan sebutan Working Standard ini kemudian disebar ke seluruh Negara di Dunia untuk dijadikan standar bobot di tiap Negara

Kalau kalian penasaran, ini nih gambar Le Grand K itu

International Prototype of the Kilogram (IPK), logam yang dijadikan pakem untuk mengukur kilogram sejak 1889. Logam ini disimpan di dalam brangkas di Paris.

Lalu apa solusinya ?

Berdasarkan temuan tersebut, ditemukan kekurangan dalam penetapan standar satuan Internasional (SI) jikalau ditentukan oleh objek fisik, sehingga berdasarkan para ilmuan bahwa sebaiknya ditentukan oleh konstanta mendasar atau objek fisika yang berasal dari alam

Dengan penggunaan konstanta mendasar ini, maka tidak akan terjadi lagi penyusutan ukuran dari waktu ke waktu.

“Kami berpendapat, jikalau semua unit pengukuran didasarkan pada konstanta fisika, maka di masa depan pakem pengukuran akan stabil, tidak berubah, dan terpenting sanggup diakses secara universal di mana saja,” terperinci Terry Quinn selaku Direktur Emeritus dari International Bureau of Weights and Measures (BIPM), dilansir Science Alert, Minggu (19/5/2019).

Sebagai contoh pada satuan meter, 1 meter = jarak yang ditempuh cahaya pada ruang hampa selama 1 / 299792458 per detik

Pada satuan detik, 1 detik = waktu yang diperlukan atom sesium untuk berisolasi 9.192.631.770 kali

Lihat juga: Penerapan pembelajaran STEM dalam K 13

Sementara pada satuan Kilogram disandarkan pada objek fisik sebagai patokannya, sehingga memungkinkan berat benda akan berkurang seiring waktu

Patokan Baru Kilogram

Atas dasar adanya kelemahan dalam memutuskan ukuran kilogram jikalau yang menjadi teladan ialah objek fisik, maka para Ilmuan setuju untuk memutuskan satuan kilogram berdasarkan aturan alam atau konstanta fundamental

Dalam mendefinisikan teladan Kilogram yang gres ini, para ilmuan memakai Konstanta Planck, Kecepatan Cahaya, dan Resonansi Atom Sesium

Urutan konversi penghitungan satuan Kilogram ialah pertama-tama mendefinisikan meteran (dalam kecepatan cahaya) satuan konstanta Planck yaitu kgm2s-1, kemudian yang berikutnya (dalam hal atom sesium pada atom) jam. Makara berdasarkan definisi gres tersebut sanggup dinyatakan dalam satuan SI s-1 m2 kg atau sama dengan Js.

Anda tidak perlu khawatir dengan adanya perubahan ini, jikalau anda membeli apel satu Kilogram sebelum dan sehabis perubahan ini tidak akan berubah kok, basarannya tetap sama, yang berubah hanyalah standar patokan penghitungan satuan Kilogram, namun satu Kilogram tetap seperi biasa beratnya

Meskipun penghitungan satuan Kilogram yang gres ini tampak rumit, namun sistem yang gres ini akan gampang dipahami oleh siapapun, termasuk anak sekolah akan sanggup bersenang-senang dengan perhitungan yang gres ini.

Lihat juga: Menjadi guru masa revolusi Industri 4.0

Sekian post ini sobat sekalian, semoga sanggup menambah wawasan kita semua. Amin

Silakan meninggalkan komentar jikalau kalian mempunyai informasi terkait bahasan kita di atas !!!