K13 : (Download) Fatwa Juklak Mpls/Mos Tahun 2019

Diposting pada

Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, Peraturan Menteri guruan dan Kebudayaan Nomor 55 Tahun 2014 wacana Masa Orientasi Siswa Baru di satuan pendidikan dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Pada awal tahun pelajaran, perlu dilakukan pengenalan lingkungan sekolah bagi penerima didik baru.

Pengenalan lingkungan sekolah yaitu kegiatan pertama masuk satuan pendidikan untuk pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pelatihan awal kultur satuan pendidikan.

Pengenalan lingkungan sekolah bertujuan untuk: 

  • mengenali potensi diri penerima didik baru; 
  • membantu penerima didik gres mengikuti keadaan dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain terhadap aspek keamanan, kemudahan umum, dan sarana prasarana sekolah; 
  • menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara berguru efektif sebagai penerima didik baru; 
  • mengembangkan interaksi positif antarpeserta didik dan warga sekolah lainnya; 
  • menumbuhkan sikap positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisplinan, hidup higienis dan sehat untuk mewujudkan penerima didik yang mempunyai nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong.

satuan pendidikan melaksanakan pendataan wacana keadaan diri dan sosial penerima didik melalui formulir pengenalan lingkungan sekolah bagi penerima didik gres yang diisi oleh orang tua/wali penerima didik yang minimal memuat:

  1. profil penerima didik yang terdiri dari identitas penerima didik, riwayat kesehatan, potensi/bakat penerima didik, serta sifat/perilaku penerima didik; dan 
  2. profil orangtua/wali

Jangka Waktu Kegiatan

Pengenalan lingkungan sekolah bagi penerima didik gres dilaksanakan dalam jangka waktu paling usang 3 (tiga) hari pada ahad pertama awal tahun pelajaran. Pengenalan lingkungan sekolah dilaksanakan hanya pada hari sekolah dan jam pelajaran.

Pengecualian terhadap jangka waktu pelaksanaan sanggup diberikan kepada sekolah berasrama dengan terlebih dahulu melaporkan kepada dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya disertai dengan rincian kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.

Penanggung Jawab Kegiatan

Kepala sekolah bertanggung jawab penuh atas perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian dalam pengenalan lingkungan sekolah. Perencanaan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah disampaikan oleh sekolah kepada orang tua/wali pada ketika lapor diri sebagai penerima didik baru.

Muatan Materi

Pengenalan lingkungan sekolah wajib berisi kegiatan yang bermanfaat, bersifat edukatif, kreatif, dan menyenangkan. Evaluasi atas pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah wajib disampaikan kepada orang tua/wali baik secara tertulis maupun melalui pertemuan paling usang 7 (tujuh) hari kerja sesudah pengenalan lingkungan sekolah berakhir.

Pengenalan lingkungan sekolah dilakukan dengan memperhatikan hal sebagai berikut: 

  1. perencanaan dan penyelenggaraan kegiatan hanya menjadi hak guru; 
  2. dilarang melibatkan penerima didik senior (kakak kelas) dan/atau alumni sebagai penyelenggara; 
  3. dilakukan di lingkungan sekolah kecuali sekolah tidak mempunyai kemudahan yang memadai; i. tidak boleh melaksanakan pungutan biaya maupun bentuk pungutan lainnya. 
  4. wajib melaksanakan kegiatan yang bersifat edukatif; 
  5. dilarang bersifat perpeloncoan atau tindak kekerasan lainnya; 
  6. wajib memakai seragam dan atribut resmi dari sekolah; 
  7. dilarang menunjukkan kiprah kepada penerima didik gres berupa kegiatan maupun penggunaan atribut yang tidak relevan dengan kegiatan pembelajaran penerima didik; 
  8. dapat melibatkan tenaga kependidikan yang relevan dengan bahan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.

Contoh dari kegiatan dan atribut yang tidak relevan dengan kegiatan pembelajaran penerima didik dan tidak boleh dipakai dalam pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bab tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Penyelenggaraan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah oleh guru pada sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan sekolah menengah kejuruan, sanggup dibantu oleh penerima didik apabila terdapat keterbatasan jumlah guru dan/atau untuk efektivitas dan efisiensi pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah dengan syarat sebagai berikut:

  1. peserta didik merupakan pengurus Organisasi Siswa Intra satuan pendidikan (OSIS) dan/atau Majelis Perwakilan Kelas (MPK) dengan jumlah paling banyak 2 (dua) orang per rombongan belajar/kelas; dan 
  2. peserta didik tidak mempunyai kecenderungan sifat-sifat jelek dan/atau riwayat sebagai pelaku tindak kekerasan. 

Dalam hal sekolah belum mempunyai pengurus OSIS dan/atau MPK, sekolah sanggup dibantu oleh penerima didik dengan syarat sebagai berikut:

  1. peserta didik tidak mempunyai kecenderungan sifat jelek dan riwayat sebagai pelaku tindak kekerasan; dan 
  2. memiliki prestasi akademik dan nonakademik yang baik dibuktikan dengan nilai rapor dan penghargaan nonakademik atau mempunyai kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang dibuktikan dengan keikutsertaan dalam aneka macam kegiatan positif di dalam dan di luar sekolah.

unduh Pedoman JUKLAK MPLS 2019 

Sekian post mengenai Pedoman JUKLAK MPLS/MOS Tahun 2019, biar bermanfaat bagi para pembaca.