K13 : Momen Idul Adha, Tanamkan Pada Anak Pendidikan Huruf Patuhnya Nabi Islmail As.

Diposting pada
Atribut by https://darunnajah.com/

Tak usang lagi ummat Islam di seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Idul Adha atau lebih dikenal dengan sebutan Idul Kurban. Hal yang Identik dengan Hari Raya ini ialah adanya kegiatan penyembelihan binatang kurban menyerupai Sapi, Domba ataupun Kambing.

Tak hanya kegiatan ibadah semata, momen Idul Kurban bisa menjadi sarana bagi Orang Tua di rumah dan Guru di sekolah untuk mengajarkan kepada anak makna dari Idul Kurban

Kurban sendiri berasal dari kata “QURB” yang artinya “DEKAT”, jikalau diartikan secara harfiah maka
makna KURBAN merupakan sarana untuk mendekatkan diri (BERTAQARRUB) kepada ALLAH SWT.

Lihat juga: 9 Kecerdasan Majemuk Pada Anak, Guru dan Orang renta Harus Tahu

Berbagi Kepada Yang Membutuhkan

Melalui kegiatan berkurban, Orang Tua dan Guru sanggup mengajarkan anak wacana pentingnya mengembangkan kepada sesama, sebab di setiap harta yang kita miliki disitu ada hak orang miskin

Ibadah kurban memili tujuan untuk menyebarkan kebaikan kepada orang lain, daging- daging yang disebarkan tentu sangat bermanfaat bagi yang membutuhan, sebab Ibadah Kurban ialah Ibadah Sosial, bukan hanya Ibadah Individu semata

Ajak anak untuk membantu membagikan hewab kurban kepada yang membutuhkan, atau setidaknya melalui acara melihat orang lain membagi-bagikan binatang kurban

Pengorbanan

Dalam kisahnya, Nabi Ibrahim AS berkorban perasaan dengan cara meninggalkan istri dan anaknya di tengah gurun yang kering kerontang. Saat ditanya oleh Hajar istrinya, mengapa dirinya dan Ismail ditinggalkan di sana, Ibrahim hanya berujar singkat, “Ini perintah dari Allah SWT.” Baik Hajar maupun Ibrahim sama-sama mempunyai kepercayaan bahwa Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan hamba yang bertawakal kepada-Nya.

Jika kita telaah lebih jauh maka kita akan menemukan makna bahwa perlunya pengorbanan dalam hidup ini untuk meraih kesuksesan. Kisah Nabi Ibrahim diabadikan dalam Al-Quran, diberi julukan sebagai Bapak Tauhid, Nama Nabi Ibrahim AS. Juga sering diucapkan dalam Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Melalui berkurban, anak- anak juga sanggup diberikan pemahaman wacana makna pengorbaan, menyerupai dengan menyisihkan sebagaian uang jajan untuk membeli binatang kurban secara patungan. Hal ini sanggup dilakukan jauh hari sebelum perayaan Idul Adha

Lihat juga: Kecakapan Abad 21 yang diharapkan Siswa

Atribut by https://darunnajah.com/

Kepatuhan

Kisah paling fenomenal yang akan selalu dikenang dan diceritakan sepanjang masa hidup insan ialah kisah Nabi Ismail AS. Dan Ayahnya Nabi Ibrahim AS.

Satu rujukan betapa patuhnya seorang anak kepada Allah SWT. Dan ayahnya tatkala dirinya mengetahui bahwa ia akan disembelih, tak gentar dan tak terucap kalimat keraguan sedikitpun dari Nabi Ismail AS.

Contoh teladan yang sangat Inspiratif yang bisa diajarkan kepada anak kita, anak didik kita dan generasi muda kini wacana makna dari Idul Kurban

Ibadah Haji

Ajarkan kepada Anak bahwa momen Hari Raya Idul Adha / Idul Kurban bukan hanya wacana penyembelihan binatang kurban, tetapi juga perayaan Ibadah Haji yang ketika itu juga dilakukan di Makkah, lebih tepatnya ketika wukuf di Padang Arafah

Pada ketika Hari pelaksanaan Shalat Ied, ajak anak untuk ikut shalat bersama !

Mengingat Kembali RUKUN ISLAM

Idul Adha / Idul Kurban ialah momentum bagi para Jemaah Haji yang ketika itu berada di tanah suci yang sementara melaksanakan wukuf di Arafah.

Olehnya itu, jangan lupa mengajarkan kembali 5 Rukun Islam kepada anak, terutama Rukum Islam yang ke 5 “Menunaikan Haji bagi yang mampu”

Lihat juga: Menjadi Guru Era Revolusi Industri 4.0

Sekian post mengenai Momen IDUL ADHA, Tanamkan Pada Anak guruan Karakter Patuhnya Nabi Islmail AS. jangan lupa mengembangkan semua.

Terkhusus bagi para orang renta dan Guru dalam mendidik generasi Bangsa yang Islami.

Selamat Hari Raya Idul Adha…