K13 : 4 Cara Meningkatkan Minat Anak Terhadap Kesenian Tradisional

Diposting pada

haloprofesi.com_ Cara Meningkatkan Minat Anak terhadap Kesenian Tradisional – Bercermin pada kenyataan yang terjadi dikala kini ini, kita sanggup mendapat fakta bawa generasi pemula yang akan menjadi penerus, tidak begitu punya ketertarikan terhadap kesenian tradisional Nusantara.

Fakta ini sejatinya bukan tidak sebab, faktor paling utama ialah dampak kemajuan di banyak sekali sektor, sebut saja menyerupai teknologi informasi, serta segi dunia hiburan yang semakin kesini semakin kompleks dan simpel.

Dampak Media Sosial, Video Streaming dan Game Online, perlahan-lahan merebut hati belum dewasa yang secara tidak eksklusif telah berhasil mengalihkan minat mereka, untuk berkeinginan mengetahui serta mempelajari keindahan Kesenian Tradisional tanah air, yang nyatanya hampir punah.

Di sisi lain, imbas terbesar juga tiba dari orangtua. Bukannya saya bermaksud memberatkan salah, namun fakta di lapangan memang memperlihatkan menyerupai ini, yakni lemahnya pengontrolan terhadap perkembangan perilaku dan tabiat anak.

Kebebasan mereka dalam mengaplikasikan Telepon Pintar ke dalam kehidupan sehari-hari, sama halnya dengan menjerumuskan mereka ke dalam lubang hitam yang kelam. Karena kalau imbas positifnya banyak, percayalah bahwa dampak negatifnya lebih mengerikan.

Salah satunya adalah, Lemahnya minat belum dewasa terhadap kesenian tradisional tanah air, yang justru harus dikedepankan untuk mereka kenali dan pelajari, supaya kekayaan leluhur tetap terjaga dan eksistensinya selalu dilestarikan.

Lalu, bagaimana caranya? Nah, pada post ini, saya telah merangkum beberapa Cara meningkatkan minat anak terhadap kesenian tradisional sejak dini. Silakan simak ulasan ini hingga selesai.

1. Pengoptimalan Pembelajaran berbasis Kesenian

Tips pertama yang sanggup dilakukan ialah memaksimalkan pembelajaran pada bidang kesenian, terutama di satuan pendidikan Dasar. Kita semua menyadari bahwa keberadaan mata pelajaran Kesenian, baik teori maupun praktek, telah jauh dari kata Maksimal.

Sejatinya, hal ini bukan tidak sebab. Salah satunya yaitu lantaran Mapel yang satu ini sejak dulunya memang tidak diikutsertakan, dalam barisan Ujian Nasional, baik sejak SD hingga SMA. Sehingga, semakin tinggi tingkatan sekolah, keberadaannya kian dikesampingkan.

Padahal, dampak negatifnya terhadap peningkatan minat anak akan pelestarian kesenian daerah, akan sangat terlihat. Akhirnya kesadaran akan perlahan muncul dan terbawa hingga dewasa, yang menjadikan sederet tradisi milik nenek moyang akan terus terjaga.

2. Pengadaan Pentas Seni Tradisional secara berkala

Cara membangkitkan minat generasi terhadap kesenian tradisional berikutnya adalah, dengan mengadakan pertunjukan seni dengan terjadwal dan berkala, baik mingguan, bulanan maupun tahun di setiap tempat di Indonesia.

Jadi, tidak hanya menyelenggarakan kegiatan menyerupai ini ketika acara-acara tertentu saja, namun di hari-hari biasa pun juga bisa, sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Dengan begitu, perlahan-lahan para generasi penerus akan terpicu dan tersadarkan.

Selain itu, kalau kegiatan semacam ini dijalankan dengan rutin, mereka para belum dewasa juga akan menganggapnya sebagai suatu kewajiban, serta kiprah yang harus dilakukan setiap kali penyelenggaraan terjadi, baik untuk menghadiri hingga berperan didalamnya.

3. Menghidupkan kembali Tradisi Lama

Setiap tempat di Indonesia, baik desa maupun kota, niscaya mempunyai tradisi khusus masing-masing, yang akan dipertunjukkan pada banyak sekali event tertentu. Di desa misalnya, ketika isu terkini menanam padi dan isu terkini panen, akan ada pesta perayaan budbahasa yang meriah dan dihadiri banyak orang.

Namun sekarang, kegiatan menyerupai ini semakin usang semakin ditinggalkan, ada yang beranggapan dikarenakan telah kuno, tergoda zaman bahkan lantaran imbas globalisasi. Sehingga, belum dewasa yang gres tumbuh menjadi tidak tahu dan tidak sanggup mengenal.

Satu-satunya cara biar mereka sanggup memahami dan mempelajari kesenian yang ada di tempat mereka, yaitu dengan menghidupkan kembali tradisi-tradisi budbahasa yang hampir punah itu, biar sanggup memperlihatkan edukasi dan motivasi bagi mereka.

4. Jadikan Film Dokumenter

Cara selanjutnya yaitu mengkombinasikan banyak sekali kesenian tradisional menjadi satu, kemudian membuat sebuah film dokumenter, video-video pendek dan sebegainya, sehingga sanggup dinikmati oleh semua orang.

Kemudian, bagikan ke media umum yang kemudian lintasnya ramai menyerupai Facebook, Twitter, Youtube, WhatsApp dan lain-lain. Hal ini berkemungkinan berjalan efektif, lantaran didukung oleh kemajuan teknologi dan info berbasis online.

Penutup

Sejatinya, sebagai generasi penerus bangsa ini, haruslah selalu menjaga, menghargai dan melestarikan setiap kesenian yang ada. Jangan hingga kekayaan bangsa ini lenyap tergoda usia dan zaman.

Jika hal ini terjadi, karakteristik khas bangsa ini akan hilang. Untuk itu, membangkitkan kembali minat mereka akan sangat perlu untuk diperhatikan, dengan memperlihatkan suntikan ilham dan motivasi secara berkelanjutan.

Sekian, ulasan kali ini mengenai Cara Membangkitkan Minat anak terhadap kesenian tradisional Nusantara. Semoga ulasan ini sanggup bermanfaat, sekaligus menjadi solusi yang ampuh, dan saya akhiri terima kasih.

Artikel ini ditulis oleh Senipedia, Portal platform Blog yang mengulas ihwal Kesenian, Sastra dan Informasi lainnya ysng berkaitan dengan Dunia Seni di Indonesia.

Jangan lupa dishare kalau bermanfaat !

Thanks