Yuk cari tahu, jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini!

Diposting pada

Apa bedanya pusing dan sakit kepala ?

Waktu kecil kita pasti pernah nyobain muter-muter kayak gasing. Nah, waktu berhenti muter, rasanya semua benda di sekeliling kita pasti masih ikutan muter-muter. Itu bikin kita sulit berdiri tegak, hingga akhirnya terjatuh!.

Tapi kenapa kita bisa pusing? Dan apa bedanya sama sakit kepala?. Pendeknya, pusing itu karena sensor keseimbangan — yang diatur sama salah satu bagian di dalam telinga — terganggu!.

Tapi, kenapa hal ini bisa terjadi?

Jadi, di bagian dalam kuping ini berisi cairan yang ikut goyang ke manapun kita bergerak. Nah, di dalamnya ternyata ada juga rambut-rambut halus yang berfungsi kaya sensor supaya kita tahu kalau lagi nengok ke kiri, ke kanan, jalan lurus ke depan, atau lagi tiduran di kasur kesayangan.

Makanya, ketika kita muter-muter dengan cepat, cairan di bagian ini pun ikut berputar dan ketika kita berhenti mendadak, cairan ini masih terus berputar beberapa saat dan inilah yang bikin otak kita merasa masih berputar.

Dan jadilah pusing!.

Tapi, apakah sakit kepala juga disebabkan hal yang sama?. Beda sama pusing, sakit kepala itu muncul karena tekanan dari otot dan pembuluh darah di kepala kita.

Jadi, sakit kepala itu ada yang bisa bikin kita kayak ditonjok-tonjok dari satu sisi, diiket pake karet kencang, atau menusuk-nusuk mata kita. Tapi ada juga jenis sakit kepala yang muncul karena dehidrasi, infeksi sinus, cedera di bagian leher dan kepala, sampai sakit jantung.

Bisa dibilang, sakit kepala itu udah ada sejak lama. Uniknya, waktu zaman Yunani Kuno, sakit kepala disembuhin lewat cara yang menyeramkan yaitu dengan bikin lubang di kepala supaya darah kotor yang terinfeksi bisa keluar.

Tapi bukannya bikin sakit kepala hilang, nyatanya ini malah juga bikin banyak nyawa jadi hilang. Untungnya zaman sekarang udah ada obat-obatan yang bisa dibilang cukup ampuh dan ga bikin kepala kita bolong.

Kenapa kita kadang-kadang Lupa mau ngomong apa?

Sering nggak sih, waktu kita lagi siap-siap mau ngasih tau sesuatu. tiba-tiba kita jadi susah banget ngucapin apa yang rasanya tadi udah ada di pikiran. Hmm, kita pun sadar, kita lupa mau ngomong apa!

Tapi, kenapa itu bisa terjadi? Apakah itu tanda-tanda jangan-jangan kita udah mulai pikun???. Intinya, lupa mau ngomong apa itu terjadi gara-gara perhatian kita teralihkan selama beberapa detik aja.

Dan ternyata menurut penelitian, lupa ngomong apa itu semakin besar peluangnya. …kalau kita lagi jalan dari satu ruangan ke ruangan lain. — atau istilah kerennya The Doorway Effect.

Jadi, kenapa bisa begitu?. Pendeknya, otak kita itu terbiasa menyusun perintah sampe ke detil-detilnya. Nah, pas buka pintu dan kita pindah ke ruangan lain, otak kita akan dibanjiri sama informasi baru. Itu yang bisa bikin otak kita bingung sampai akhirnya kita lupa mau ngomong apa.

Dan itu juga penyebabnya yang bikin kita lupa mau ngambil apa pas buka kulkas,. lupa ambil gunting waktu lagi masuk ke dapur, dan 1001 lupa lainnya yang menjengkelkan.

Tapi balik lagi ke pertanyaan awal, apakah ini adalah tanda-tanda penyakit pikun?. Engga. Jangan khawatir, asalkan engga sampe lupa nama sendiri. Dan ternyata fenomena ini pun bisa dibilang sangat normal dan bukan tanda kepikunan.

Beda sama penyakit lupa–atau istilah ribetnya Alzheimer, yang muncul gara-gara ada protein-protein yang awalnya menyerang. dan menghambat sel bagian otak untuk mengingat, yang kemudian akhirnya menyebar ke seluruh bagian otak lainnya.

Akibatnya, semakin lama, orang yang kena penyakit ini makin susah nginget,. makin susah mikir, makin susah bergerak, dan ending-nya bikin orang itu lupa untuk bernafas. SANGAT MENGERIKAN!.

Oke, sekarang kita tahu penyebab masalah ini gara-gara kurang perhatian aja, dan bukan tanda kepikunan. Meski begitu, berlatih mengingat itu penting supaya otak kita tetap bugar.